“Most of my ideas is not feasible” by Henk van Kuijk
Tiger Stone ternyata adalah
sebuah mesin untuk membuat jalan secara instan. Mesin ini pertama kali dibuat
oleh ilmuwan asal Belanda yang bernama Henk van Kuijk. Henk adalah seorang
direktur dari perusahaan industry Belanda, Vanku.
![]() |
Henk van Kuijk |
Awalnya Henk berpikir bahwa
pekerjaan membuat jalan merupakan suatu proyek besar yang akan menghabiskan
banyak waktu dan tenaga. Karena menurut
Henk bekerja sambil berlutut dan membuat jalan raya dengan tangan manusia
adalah pekerjaan yang terlalu berat untuk dilakukan. Ditambah lagi harus
melibatkan banyak pekerja untuk menyelesaikan pembangunan satu jalan saja. Dengan
Tiger Stone-nya ini, Henk membuat mesin paving yang memanfaatkan gaya gravitasi
dan sebuah motor listrik untuk mencetak batu jalan dan juga jalan.
Konstruksi dari Tiger Stone ini
dibuat sedemikian rupa sehingga bentuk jalan dari paving block yang
dihasilkan tetap terlihat tradisional. Karena mesin ini menggunakan tenaga
listrik, kita masih tetap bisa mengaturnya secara manual dan yang pasti mesin
ini tidak menimbulkan suara yang berisik.
Cara kerja dari Tiger Stone jika
dirunut dari awal, adalah seperti berikut:
1.
Letakkan paving block
pada grid yang terdapat pada Tiger Stone sambil ditata sesuai dengan pola yang
diinginkan.
![]() |
Taruh paving block pada grid |
2.
Secara otomatis sistem yang
dirancang menggunakan sistem berbasis gravitasi ini akan menggelincirkan paving block tersebut ke
dalam pola yang terdapat pada Tiger Stone.
3.
Setelah grid terisi penuh,
maka akan muncullah “Karpet Batu” seutuhnya di atas permukaan tanah.
![]() |
Karpet Batu |
4.
Setelah paving block
tersebut diletakkan di atas permukaan
tanah, maka pekerja yang lain tinggal melintasi jalan tersebut dengan
menggunakan kendaraan berat yang bertujuan untuk merekatkan dan memadatkan
struktur jalan tersebut.
![]() |
Proses merekatkan paving block |
Dengan menggunakan Tiger Stone,
dua orang pekerja dapat menyelesaikan jalan sepanjang ratusan meter persegi
dalam sehari. Coba bandingkan dengan cara tradisional, dengan cara tradisonal
seorang pekerja hanya dapat menyelesaikan 75-100 meter persegi saja dalamsatu
hari. Hasilnya cukup signifikan.
Akhir-akhir ini memang jarang
terlihat pembuatan jalan dengan menggunakan paving block karena dirasa
kurang efisien dan terlalu banyak menghabiskan waktu sehingga banyak perusahaan
pengembang jalan raya yang menggunakan beton ataupun aspal. Tapi dengan adanya Tiger
Stone dan berkat kerja keras dari Henk van Kuijk membuat jalan raya dari paving block hanya seperti menghamparkan
karpet besar di jalan raya.
Tiger Stone membuat jalan hanya seperti menghamparkan kapet besar di jalan raya
Referensi