 |
Hot Chocolate |
Siapa yang tidak suka hot
chocolate? Minuman manis
dengan aroma cokelat yang lezat. Minuman sederhana ini juga dapat merubah
suasana hati dengan seketika. Enak diminum selagi hangat untuk mengusir udara
dingin di pagi hari maupun malam hari. Tapi..
coba saya tanya, darimana asalnya
cokelat? Pasti jawaban yang pertama kali
terbenak di pikiran kita adalah
BELGIAN CHOCOLATE dan
SWISS CHOCOLATE, karena
memang kedua negara tersebut terkenal akan kelezatan cokelatnya. Tapi siapa
yang menyangka bahwa sebenarnya yang pertama kali menemukan teknik untuk
menghilangkan rasa pahit dari biji cokelat dan membuat cokelat dapat larut ke
dalam air adalah seorang kimiawan asal Belanda bernama
Coenraad Johannes VanHouten.
Di Belanda, keluarga Van Houten memang dikenal akan kehebatannya
dalam mengolah cokelat. Sebelumnya pada tahun 1828 ayah dari Coenraad Van
Houten, Casparus Van Houten, berhasil mematenkan metode untuk mengurangi kadar
lemak pada biji kakao, yaitu sampai sekitar 50 % dari isi “cocoa butter” yang
terdapat pada pusan biji cokelat itu sendiri (‘nib’). Metode tersebut,
diterapkan oleh beliau pada mesin yang diberi nama “Mesin Van Houten”, mesin
yang menggunakan tekanan hidrolik. Siapa yang menyangka ternyata mesin ini sangat
fenomenal. Tanya kenapa? Karena berkat mesin ini maka terciptalah suatu
“Adonan” yang bisa ditumbuk menjadi bubuk kakao, yang merupakan cikal-bakal nya
semua produk yang terbuat dari cokelat.
 |
Cocoa Nib |
Dengan dihasilkannya bubuk kakao ini, semua jenis makanan
yang berbahan baku cokelat jadi mudah untuk diproses. Dari bubuk kakao kita
dapat membuat minuman cokelat dan juga memungkinkan untuk membuat cokelat padat
dengan cara menggabungkan cokelat dengan gula yang kemudian di-remix dengan cocoa butter agar menjadi padat. Yah..
boleh dibilang bentuknya sudah sangat mirip dengan cokelat batang yang ada di
pasaran saat ini.
 |
Proses Mengolah Cokelat |
Kalau sebelumnya cokelat hasil pengolahannya Mesin Van Houten buatan Casparus van Houten hanya dapat menghasilkan bubuk kakao, sang anak Coenraad Van Houten, ingin agar bubuk cacao tersebut dapat dengan mudah tercampur dengan air. Teknik yang ditemukan oleh Coenraad Van Houten ini disebut dengan teknik “
Dutching”, dimana hasil akhir yang kita nikmati adalah cokelat Belanda yang berwarna gelap dan memiliki rasa yang “mild”.
“Actually, there's nothing very Dutch about Dutch Processed Cocoa. It's only called a Dutching process because the person who invented it”
“
Dutching”, yang merupakan solusi dari Van Houten ini, sebenarnya adalah suatu proses kimia yang sederhana. Langkah-nya pun hanya terdiri dari 4 langkah yang sederhana:
1. Menurunkan keasaman
2. Meningkatkan kelarutan
3. Meningkatkan warna
4. Menghaluskan rasa
Cukup simple ide yang mereka kembangkan tetapi sangat berarti untuk perkembangan di Industri Cokelat. Jadi patut kita acungi jempol bahwa “Dutching” berkombinasi dengan “Mesin Van Houten” maka dihasilkan bubuk cokelat yangsangat berkualitas. Berkat penuamuan kombinasi ayah dan anak Van Houten ini, pada abak ke-19 cokelat mulai diproduksi secara massal dan banyak orang yang menyebut bahwa masa itu adalah masa “Demokratisasi Cokelat “. Jadi sudah dapat dipastikan merekalah "CHOCOLATE PIONEER" dari Negeri Kincir, karena berkat mesin dan teknologi yang mereka ciptakan maka bermunculanlah para PIONEER lainnya di industri Cokelat, sebut saja John Cadburry, pemilik perusahaan cokelat terkemuka dari Inggris.